Karya Ilmiah_ Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Parakansalak dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Volume Bangun Ruang
Pengaruh Metode
Demonstrasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Parakansalak dalam
Pembelajaran Matematika pada Materi Volume Bangun Ruang
Nyai Sri Jayanti1)
Dhina Cahya Rohim2)
1)Mahasiswa Program Studi PGSD,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2)Dosen
Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
E-mail
: nyaisj01@gmail.com1), dhinacahya@gmail.com2)
ABSTRAK
Penelitian
ini membahas tentang pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan hasil
belajar siswa kelas V SD Negeri Parakansalak. Penelitian ini dilakukan terhadap
34 peserta didik pada mata pelajaran matematika mengenai volume bangun ruang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Jenis
penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Berdasarkan hasil analisis uji t
diketahui bahwa nilai rata-rata siswa yang menggunakan metode lama (metode
ceramah) yaitu 58.09, kemudian yang menggunakan metode pembelajaran baru
(metode demonstrasi) sebesar 80.09. Adapun pada varians yang terdapat dari
hasil uji t mengenai penggunaan metode demonstrasi yaitu 161.72. Sehingga,
nilai varians yang rendah mengindikasikan bahwa titik data condong sangat dekat
dengan nilai ekspektasi. Hal ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar
siswa melalui penggunaan metode demonstrasi sehingga siswa dapat lebih mudah
memahami materi volume bangun ruang. Selain dari pretest dan posttest dalam
pengumpulan data, peneliti pun mendapatkan kesimpulan dari beberapa peneliti
yang menggunakan metode demonstrasi bahwa metode tersebut dapat meningkatkan
hasil belajar siswa.
Kata
Kunci: deskriptif kuantitatif, hasil belajar, metode demonstrasi
ABSTRACT
This study discusses the effect of the demonstration method on improving
learning outcomes for fifth grade students of SD Negeri Parakansalak. This
research was conducted on 34 students in the mathematics subject regarding
geometrical volumes. The research method used is a quantitative descriptive
method. The type of research used is an experiment. Based on the results of the
t-test analysis, it is known that the average value of students who use the old
method (lecture method) is 58.09, then those who use the new learning method
(demonstration method) are 80.09. As for the variance found from the results of
the t test regarding the use of the demonstration method, it is 161.72. Thus, a
low variance value indicates that the data points are very close to the
expected value. This means that there is an increase in student learning
outcomes through the use of demonstration methods so that students can more
easily understand the volume of geometric material. Apart from the pretest and
posttest in data collection, the researcher also drew conclusions from several
researchers who used the demonstration method that this method could improve
student learning outcome.
Keywords: quantitative descriptive,
learning outcomes, demonstration method
PENDAHULUAN
Pendidikan
adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa serta meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia. Sebagaimana
dalam dunia pendidikan bahwa suatu pembelajaran adalah dukungan yang guru
berikan kepada muridnya untuk mendapatkan ilmu. Adapun bahan ajar yang perlu
dipelajari oleh peserta didik yaitu matematika. Matematika (MTK) merupakan mata
pelajaran yang perlu sekali untuk dipelajari di tingkat sekolah dasar (SD).
Sebagaimana yang dikatakan oleh Rahayu, matematika merupakan suatu mata
pelajaran dasar yang harus dipelajari pada jenjang SD/MI sederajat (Rahayu, 2013).
Matematika yaitu mata pelajaran yang akan mencerdaskan masyarakat serta dapat
membuat seseorang berpikir secara kritis dan logis. Mempelajari matematika pun
tentu sangat dibutuhkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
Terkait
dengan mata pelajaran matematika, di banyak negara telah berkembang dan tumbuh
terhadap kecenderungan baru, sebagai inovasi model pembelajaran yang diharapkan
sesuai dengan tantangan saat ini dan di masa depan (Muhsetyo et al., 2022). Pembelajaran
matematika harus bisa dibawakan dengan semenarik mungkin oleh guru. Kemudian,
Metode yang guru gunakan haruslah sesuai dengan materi yang berlangsung. Metode
ceramah merupakan metode yang sering dilakukan oleh pendidik dalam mata pelajaran
matematika di SDN Parakansalak, khususnya kelas V. Hal tersebut tentunya dapat
membuat siswa kurang menyukai matematika. Sehingga dibutuhkan metode yang dapat
membuat siswa tertarik dalam belajar. Sering kali juga, siswa diminta untuk
menghafal rumus yang sebagian siswa mengalami kesulitan dalam menghafal.
Terutama di kelas V, volume bangun ruang akan lebih dapat dipahami siswa ketika
materi disajikan dalam bentuk konkret. Sebagaimana teori yang dikembangkan oleh
Bruner bahwa pada prinsipnya pada model pembelajaran penemuan ini memberikan
kesempatan terhadap peserta didik untuk mendapatkan informasi dengan sendirimya.
Tentu hal tersebut membutuhkan bantuan guru dan menggunakan benda yang konkret
(Sapriati, 2022). Oleh karenanya, guru harus menggunakan metode dengan bantuan
alat peraga agar siswa dapat lebih mudah ketika menyelesaikan tugas mengenai
bangun ruang. Hal ini tentunya akan meningkatkan kemampuan belajar murid kelas
V dalam pembelajaran matematika.
Komentar
Posting Komentar